Karya Tulis Ilmiah



KEMAMPUAN IBU MELAKUKAN FISIOTERAPI DADA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN PADA ANAK DENGAN ASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNG KANDANG

Prodi : DIII KEPERAWATAN MALANG
Pengarang : GISKA DEWI VANDANY ULAN
Dosen Pembimbing : Dr. Ni Luh Putu Eka, SKp. M. Kes
Klasifikasi/Subjek : , Kemampuan, fisioterapi dada, pendidikan kesehatan, asma
Penerbitan : , Malang: 2017.
Bahasa : Indonesia
PENYIMPANAN
Lokasi : ---
Jumlah : 0

Abstraksi

Kemampuan Ibu Melakukan Fisioterapi Dada Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Pada Anak Dengan Asma. Giska Dewi Vandany Ulan (2017). Karya Tulis Ilmiah Deskriptif dengan Desain Penelitian Deskriptif Studi Kasus, Program Studi DIII Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing utama Dr. Ni Luh Putu Eka, SKp. M. Kes, Pembimbing pendamping Wahyuningsri, SPd., M. Kes. Kata kunci : Kemampuan, fisioterapi dada, pendidikan kesehatan, asma Asma merupakan penyempitan jalan napas karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. Dampak buruk asma meliputi penurunan kualitas hidup, risiko perawatan dirumah sakit bahkan kematian. Fisioterapi dada merupakan salah satu terapi nonfarmakalogis yang dapat dilakukan dirumah oleh orang yang sudah dilatih untuk mengeluarkan sekresi mukus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dalam melakukan fisioterapi dada meliputi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan pada kondisi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan studi penelaah kasus (case study), subjek pada penelitian ini 1 orang dan instrument pengambilan data yaitu lembar kuesioner dan observasi. Pengambilan data dilakukan sebanyak 3x yaitu pengukuran sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan pengukuran sesudah diberikan pendidikan kesehatan yang dilakukan sebanyak 2x. Hasil dari penelitian secara umum sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang asma dan fisioterapi dada kemampuannya dikategorikan cukup dan sesudahnya kemampuan menjadi baik Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah memperbanyak frekuensi pendidikan kesehatan, jumlah subjek lebih banyak, dan mengkolerasikan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang.



Lampiran